Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Intip Rincian Utang Luar Negeri RI, Paling Banyak untuk Apa?

Intip Rincian Utang Luar Negeri RI, Paling Banyak untuk Apa?

Intip Rincian Utang Luar Negeri RI, Paling Banyak untuk Apa? – Jumlahnya utang seringkali jadi bahan masukan untuk pemerintah. Perihal ini mengingat keseluruhan utang Indonesia yang selalu naik. Meskipun begitu, apa utang Indonesia masih tetap aman? Bagaimana perincian utang Indonesia itu?

Pemerintah tetap mengatakan jika pengendalian utang dikerjakan pruden serta akuntabel. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga sempat menyatakan, walau utang pemerintah bertambah tapi mematuhi amanat Undang-Undang Nomer 17 Tahun 2003 mengenai Keuangan Negara.

Yakni defisit APBN masih tetap terbangun kurang dari tiga % pada produk domestik bruto (PDB) serta rasio utang kurang dari 60 % dari PDB.

Mencuplik berita Liputan6.com, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) minta penduduk Indonesia bijak mengerti masalah utang negara.

“Negara serupa dengan perusahaan. Jika ingin di kembangkan dengan maksimal, perlu dana besar,” tutur JK, pada Selasa 29 Januari 2019.

JK menjelaskan, bila ingin pembangunan dikerjakan cepat, contohnya dalam soal infrastruktur diperlukan dana besar. Di lain sisi, biaya negara pun dibutuhkan untuk mebiayai hak-hak basic masyarakat, seperti pendidikan serta kesehatan. Oleh karenanya, diperlukan permodalan lainnya.

“Utang bukan banyaknya yang terpenting, tetapi dapat dibayar ataukah tidak,” papar JK.

Saat utang negara untuk beberapa hal produktif, bukan hanya untuk mengadakan pertemuan atau bangun kantor pemerintah, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu memiliki pendapat, itu boleh-boleh saja.

Baca juga : Harga Emas Antam Lebih Murah Rp 1.000 per Gram

Contohnya, katanya, untuk pembangunan MRT, moda angkut massal yang dipercaya dapat menangani permasalahan transportasi, terpenting di kota-kota besar.

“Jika meyakini dalam 40 tahun dapat dibayar hasil dari MRT, tidak jadi masalah,” lebih JK.

Utang, lebih JK, pun dipakai untuk bangun fasilitas atau infratruktur yang terpenting untuk banyak orang. Dia memberikan, uang utang dapat untuk bangun pengairan. Dampaknya, kebun serta sawah semakin banyak, pendapatan negara dari pajak juga bertambah. “Kita tidak utang untuk foya-foya,” lebih JK.

JK menyatakan, tidak cuma Indonesia yang miliki utang. “Beberapa negara besar pun masih meminjam tapi meminjam ke, contohnya Amerika Serikat berbentuk bikin uang,” papar ia.

Ingin tahu bagaimana perubahan utang luar negeri Indonesia? Bagimana dengan perubahan rasio utangnya? Siapapun pemberi utang?

Tersebut perincian utang seperti diambil dari situs Bank Indonesia (BI):

Jika lihat data BI, utang luar negeri Indonesia condong bertambah semenjak 2010. Bila disaksikan tempat utang luar negeri berdasar pada grup peminjam, keseluruhan utang luar negeri Indonesia sampai USD 293,32 miliar pada 2014. Jumlahnya itu terbagi dalam utang pemerintah serta bank sentra sampai USD 129,736 miliar serta swasta sebesar USD 163,59 miliar.

Lalu pada 2015, keseluruhan utang luar negeri Indonesia naik jadi USD 310,730 miliar. Utang itu terbagi dalam utang pemerintah serta bank sentra sampai USD 142,608 miliar serta swasta sebesar USD 168,123 miliar.

Utang itu pun bertambah jadi USD 320,006 miliar pada 2016. Perincian utangnya terbagi dalam utang pemerintah serta bank sentra sebesar USD 158,283 miliar serta swasta sebesar USD 161,722 miliar.

Pada 2017, keseluruhan utang makin bertambah jadi USD 352,469 miliar. Utang itu terbagi dalam utang pemerintah serta bank sentra sebesar USD 180,622 miliar serta swasta sebesar USD 171,847 miliar.

Pada Desember 2018, keseluruhan utang luar negeri berdasar pada grup peminjam naik jadi USD 376,839 miliar. Rinciannya utang pemerintah bank sentra sampai USD 186,220 miliar serta swasta sebesar USD 190,619 miliar.

Baca juga : Rupiah Kembali Melemah Rp14.616 Per Dolar AS Pada Selasa Pagi

Tempat utang luar negeri berdasar pada type mata uang

Mengenai tempat utang luar negeri berdasar pada type mata uang masih tetap paling besar dalam denominasi dolar AS. Totalnya sampai USD 212,513 miliar pada 2014. Lalu jadi USD 222,771 miliar pada 2015.

Setelah itu utang dalam denominasi dolar AS itu turun jadi USD 221,307 miliar pada 2016. Utang bertambah kembali jadi USD 236,620 miliar pada 2017. Pada Desember 2018, totang utang dalam denominasi dolar AS sampai USD 258,938 miliar.

Negara kreditor paling besar

Jika disaksikan berdasar pada negara pemberi utang diantaranya pada 2014 sampai USD 176,82 miliar. Negara pemberi utang paling besar dari Singapura sampai USD 60,45 miliar pada 2014. Lantas turun jadi USD 58,19 miliar pada 2015.

Perihal ini bersambung pada 2016, kreditor utang dari Singapura turun jadi USD 51,397 miliar pada 2016. Setelah itu naik kembali jadi USD 54,95 miliar pada 2017. Desember 2018, utang dari kreditor asal Singapura naik jadi USD 60,62 miliar.

Jepang pun jadi salah satunya negara pemberi utang paling besar untuk Indonesia. Keseluruhan utang dari Jepang sampai USD30,46 miliar pada 2014.

Lantas naik jadi USD 31,35 miliar pada 2015. Setelah itu turun kembali jadi USD 30,23 miliar pada 2016, serta 2017 sampai USD 29,154 miliar. Pada Desember 2018, utang terdaftar USD 29,56 miliar di Jepang. Negara yang lain yang memberikan utang paling besar yakni China serta Amerika Serikat.

Pembiayaan Utang

Mengenai pembiayaan utang pada 2014 sampai 2019 diantaranya pada 2014 sebesar Rp 255,7 triliun, 2015 sebesar Rp 380,9 triliun, 2016 sebesar Rp 403 triliun, 2017 sebesar Rp 429,1 triliun. Lalu realisasi pada 2018 turun jadi Rp 366,7 triliun.

Pembiayaan utang ini membiayai defisit biaya, pembiayaan investasi terpenting PMN pada BUMN BLU, serta pemberian utang pada Pemda.

Kementerian Keuangan menyatakan, kebijaksanaan pembiayaan utang ini mengaplikasikan perihal kehati-hatian, efisiensi cost utang, produktivitas serta kesetimbangan.

Berita Lainnya