Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Fakta-fakta Dampak Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini

Fakta-fakta Dampak Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini

Fakta-fakta Dampak Tsunami Selat Sunda Sejauh Ini – Perlakuan pascatsunami yang menerjang Banten serta Lampung Selatan masih tetap selalu dikerjakan. Tubuh Nasional Penanggulangan Musibah (BNPB) mencatat beberapa ratus orang wafat, hampir seribu rumah rusak serta belasan ribu orang sangat terpaksa mengungsi.

“Korban peluang makin bertambah untuk Lampung Selatan, Pulau Sebuku serta Sebesi,” kata Kepala Pusat Data, Info serta Jalinan Penduduk BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

BNPB ikut sudah menginformasikan status musibah tsunami di Banten serta Lampung. Diluar itu, BNPB juga mengambil keputusan waktu responsif darurat untuk di beberapa daerah itu.

detikcom sudah meringkas fakta-fakta sekitar tsunami Banten serta Lampung Selatan yang tersingkap sampai Selasa (25/12/2018). Tersebut fakta-fakta paling baru:

Baca jugaWisatawan Pulau Sangiang Berlarian ke Atas Bukit Saat Tsunami

– Tinggi Ombak Tsunami Capai 5 Meter

BNPB terima info masalah tinggi tsunami di Selat Sunda yang menghajar lokasi Banten serta Lampung. Data di lapangan yang di terima, diprediksikan tsunami yang menyapu lokasi Banten tingginya sampai 5 mtr.. Di Carita tinggi tsunami dimaksud sampai 2-2,5 mtr..

“Tinggi tsunami berdasar pada info lapangan, baik dari penduduk ataupun petugas dan lain-lain beragam. Ada yang menjelaskan 2 mtr. (Sutopo menunjuk lokasi sisi utara Banten-red) ada pula yang menjelaskan di daerah seputar Sumur, Tanjung Lesung, Cigeulis, ada yang menjelaskan lebih dari 5 mtr.,” kata Sutopo, di kantornya, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

– 429 Orang Meninggal Dunia, 16.082 Mengungsi dan 882 Rumah Rusak

Pada hari ke-3 perlakuan tsunami, BNPB mencatat 429 orang wafat serta 1.485 luka-luka. Ada 882 rumah rusak, 73 penginapan rusak serta 60 warung rusak.

“429 orang wafat, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, 16.082 orang mengungsi,” jelas Sutopo.

“882 rumah rusak, 73 penginapan rusak serta 60 warung rusak. 434 perahu serta kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, serta 1 shelter rusak,” paparnya.

– 6 Desa Terisolir

Ada 6 desa di Propinsi Banten yaitu Desa Cigorondong, Kertajaya, Sumberjaya, Tunggajaya, Ujungjaya, serta Kerta Mukti.

“Di sini sudah sempat akses jadi putus semenjak pertama sebab banyak jalan serta jembatan yang rusak sebab terjangan tsunami ikut karena material yang dibawa tsunami,”tutur Sutopo.

– 113 Base Transceiver Station (BTS) Mati

Baca juga : Kesaksian Fotografer Norwegia Saat Detik-Detik Tsunami Anyer Menerjang

Tsunami Selat Sunda ikut berefek pada infrastruktur komunikasi. Data Kemenkominfo ada 113 BTS/e-Node yang tidak berperan.

“Semua mati sebab kehilangan pasok listrik PLN,” jelas Menkominfo, Rudiantara pada detikINET lewat pesan secara singkat, Selasa (25/12/2018).

– Masa Tanggap Darurat di Banten Ditetapkan 14 Hari, Lampung Selatan 7 Hari

BNPB telah mengambil keputusan waktu responsif darurat di Banten, serta Lampung Selatan, Lampung. BNPB akan memutuskan responsif darurat di Banten, terutamanya Kabupaten Pandeglang saat 14 hari terhitung tanggal 22 Desember-4 Januari 2019.

“Di Lampung Selatan 7 hari, yakni 23-29 Desember 2018. Dapat diperpanjang,” jelas Sutopo.

– Status Tsunami Selat Sunda Ditetapkan Menjadi Bencana Kabupaten

BNPB menginformasikan penentuan musibah kabupaten buat tsunami di Selat Sunda. Sutopo pastikan pemerintah kabupaten mampu mengatasi musibah itu.

“Jadi status bencananya musibah kabupaten, tidak ada wawasan musibah nasional. Pemerintah kabupaten mampu, menyanggupi. Kepala daerah benar-benar ada di lapangan. Pemerintah pusat menguatkan logistik,” kata Sutopo.

Related Posts