Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Jalan Gubeng Ambles, Wali Kota Risma Instruksikan Perbaikan Listrik dan Air

Jalan Gubeng Ambles, Wali Kota Risma Instruksikan Perbaikan Listrik dan Air

Jalan Gubeng Ambles, Wali Kota Risma Instruksikan Perbaikan Listrik dan Air – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengevaluasi pemulihan Jalan Raya Gubeng yang amblas, walau kaki kanannya tengah sakit, Kamis (20/12/2018). Risma, didampingi beberapa petinggi Pemkot Surabaya, lihat kubangan dengan diameter 50 mtr. serta kedalaman 20 mtr. yang tercipta karena amblesnya jalan itu.

Selesai lihat dari dekat keadaan jalan yang amblas, Risma langsung mengadakan pertemuan tertutup dengan deretan Unit Kerja Piranti Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Surabaya serta kepolisian. Rapat itu untuk mengulas normalisasi Jalan Gubeng.

“Ibu memerintah kami untuk menolong serta lakukan evakuasi supaya penduduk tidak jadi korban. Tadi malam, Beliau bahkan juga tidak tidur,” kata Kepala Sisi Humas Pemerintah Kota Surabaya M Fikser seperti dikutip Pada.

Ia menuturkan, Pemerintah Kota Surabaya akan menolong pekerjaan team normalisasi mencari tahu pemicu serta melakukan perbaikan sisi jalan yang amblas.

Risma ikut memerintah deretan aparatnya melakukan perbaikan fasilitas prasarana yang rusak di seputar sisi Jalan Gubeng yang amblas, seperti kabel listrik serta aliran air.

“Semua dinas turun semenjak peristiwa. Tentang pelanggaran, Bu Risma menyerahkan ke kepolisian,” kata Fikser.

Baca juga :

Jalan Gubeng di Surabaya amblas pada Jakarta, Selasa 18 Desember 2018 malam. Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) menyebutkan amblasnya jalan itu tidak dikarenakan oleh gempa bumi atau likuefaksi.

Kepala Pusat Info Gempa Bumi serta Tsunami BMKG, Karunia Triyono menuturkan longsor itu murni sebab amblesan tanah.

“Berdasar pada penilaian, amblesan tanah (tanah longsor) yang berlangsung dengan kedalaman 30 mtr. serta lebar 8 mtr. ini adalah murni amblesan tanah serta bukan momen likuefaksi yang banyak diberitakan sebab tidak ada kejadian mencairnya material tanah di tempat peristiwa,” tutur Karunia, dalam tayangan tertulisnya pada Liputan6.com, Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.

Menurutnya, berdasar pada hasil analisa gelombang seismik (kegempaan), momen ini pula bukan disebabkan oleh gempa bumi. Catatan kegempaan BMKG, lanjut ia, tidak tunjukkan terdapatnya proses penyesaran batuan.

“Serta sensor kegempaan yang mencatat cuma satu sensor di tempat paling dekat amblesan tanah hingga adalah kegiatan lokal,” Karunia menuturkan.

Seirama, Kepala Pusat Data, Info serta Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho ikut menjelaskan amblasnya Jalan Raya Gubeng karena kegiatan lokal yang berlangsung, yakni tidak kuatnya konstruksi dinding.

Berita Lainnya

Related Posts