Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Menkopolhukam Berharap KKB Papua Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Menkopolhukam Berharap KKB Papua Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Menkopolhukam Berharap KKB Papua Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi – Menteri Koordinator Bagian Politik Hukum serta Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto masih tetap mengharap ada penyelesaian yang baik pada pemerintah dengan grup kriminil bersenjata (KKB) di Papua.

“Jika dapat kita tuntaskan dengan beberapa cara yang baik. Jika dapat ya mereka sadar serta kembali pada pangkuan Ibu Pertiwi,” tutur Wiranto di Hotel Grand Sahid Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2018).

Akan tetapi jika grup kriminil bersenjata itu tidak ingin mengakhirinya lewat cara yang baik, menurut Wiranto telah sepantasnya mereka mesti ditindak dengan tegas.

“Selalu dikejar yah. Di negara manakah juga ada pembunuhan serta kericuhan, kita kejar, kita habisi mereka, jangan pernah menggangu kebutuhan negara yang besar ini. Itu biasa saja serta kita tuntaskan, tidak perlu diributkan,” katanya.

Baca jugaKompolnas Minta Polri-TNI Usut Penyerangan di Polsek Ciracas

Menurut Wiranto, tindak tegas pemerintah pada aktor pembunuhan di Papua itu resmi dengan Undang-Undang.

“Disana ada UU, ada satu pembenaran bagaimana Polisi serta TNI untuk menghabisi serta menguber mereka,” kata Wiranto.

Polri sudah memetakan gerakan grup kriminil bersenjata (KKB) yang membunuh belasan pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Didapati, Egianus Kogoya (EK) bukan pimpinan paling tinggi di grup Kodap III Ndugama itu.

Kepala Biro Penerangan Penduduk Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, ada sebagian orang yang aktif menjadi komandan di lapangan. Grup itu di pimpin oleh seseorang panglima berinisial PU.

“Salah satunya pelakunya yang mengomandoi langsung di lapangan ialah EK. Di atasnya kita telah sukses mengidentifikasi panglimanya ikut atas nama PU,” tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2018).

PU didapati turut merestui pembantaian pada beberapa pekerja project Trans Papua serta penyerangan pos TNI di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua awal Desember 2018. PU, kata Dedi, memperoleh suport dari kaki-kaki di bawahnya yang di pimpin oleh panglima-panglima kecil.

Berita Lainnya

Related Posts