Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Menkeu Prancis Sebut Demo ‘Rompi Kuning’ Malapetaka Buat Ekonomi

Menkeu Prancis Sebut Demo ‘Rompi Kuning’ Malapetaka Buat Ekonomi

Menkeu Prancis Sebut Demo ‘Rompi Kuning’ Malapetaka Buat Ekonomi – Presiden Prancis Emmanuel Macron tengah diskedulkan untuk berjumpa dengan beberapa serikat pekerja serta organisasi entrepreneur, dalam usaha menurunkan demonstrasi besar serta kerusuhan di Paris serta kota-kota yang lain akhir-akhir ini. Pertemuan, beritanya akan diselenggarakan pada Senin (10/12) waktu ditempat.

Pemerintah Prancis sudah didemo saat empat minggu sebab kebijaksanaan kenaikan pajak bahan bakar, cost hidup, serta yang lain.

Seputar 136.000 demonstran yang memakai ‘rompi kuning’ turun ke jalan di hari Sabtu. Lebih dari 1.200 orang ditahan.

Ibukota Paris terpukul, jendela hancur, mobil-mobil dibakar serta beberapa toko dijarah, sebab 10.000 orang mengambil sisi dalam demonstrasi.

Diambil dari BBC, Senin (10/12), Menteri Keuangan Bruno Le Maire memvisualisasikan keadaan itu menjadi ‘malapetaka buat bisnis’ serta ekonomi.

Beberapa pengunjuk perasaan sudah mengadakan demonstrasi di pelosok negeri saat empat minggu paling akhir.

Baca juga : Jokowi Ikut Senam Tera Bareng 20 Ribu Peserta di Kebun Raya Bogor

Apakah yang perlu dikerjakan Presiden Macron?

Alat ditempat mengatakan, rompi kuning ialah pergerakan akar rumput organik tiada afiliasi dengan pihak manakah juga. Tapi beberapa serikat pekerja sudah ambil aksi mereka serta menggerakkan pemerintah untuk dengarkan aduan mereka.

Media massa Le Figaro memberikan laporan, Perdana Menteri Edouard Philippe serta sembilan menteri pemerintah akan ada di pertemuan Macron. Macron lalu akan bicara dengan pada jam 20.00 pada hari yang sama.

Menteri Tenaga Kerja Muriel Penicaud menjelaskan, pihaknya akan menginformasikan beberapa langkah selekasnya serta konkret menjadi respon atas krisis itu.

Macron dikritik sebab dipandang tidak perduli serta tidak dengarkan perjuangan rakyat kecil.

Harga solar sudah naik seputar 23 % saat 12 bulan paling akhir serta ketetapan Macron untuk memaksakan kenaikan pajak 6,5 sen pada solar serta 2,9 sen pada bensin mulai 1 Januari membuat geram beberapa orang, terpenting di daerah pedesaan.

Berita Lainnya

Related Posts