Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Eceng Gondok Mulai Ditanam, Kali Yang Bau & Kotor Di Jakut Ini Langsung Berubah Drastis Menjadi Kali Ijo

Eceng Gondok Mulai Ditanam, Kali Yang Bau & Kotor Di Jakut Ini Langsung Berubah Drastis Menjadi Kali Ijo

Eceng Gondok Mulai Ditanam, Kali Yang Bau & Kotor Di Jakut Ini Langsung Berubah Drastis Menjadi Kali Ijo  – Pemerintah Kota Jakarta Utara menguji coba penanaman eceng gondok di kali penghubung lokasi Sunter, Jakarta Utara.

Eksperimen dikerjakan untuk pastikan faedah eceng gondok dalam menangani kali yang kotor serta berbau.

“Masalah salah satunya sungai di Jakarta kan tidak jernih serta banyak partikel, nah saat ini kita eksperimen dahulu di kali penghubung Bisma, Sunter, Tanjung Priok,” tutur Kasatpel UPK Tubuh Air Jakarta Utara, Lambas Sigalingging di tempat, Senin (3/12/2018).

Lambas awal mulanya merencanakan akan lakukan penanaman eceng gondok di Kali Sentiong termasuk juga Kali Item. Akan tetapi, dianya mesti menguji coba terlebih dulu untuk tahu pemakaian eceng gondok pada kali yang kotor.

“Gagasan kita menanam eceng gondok ini sebab kita ada literatur, riset yang mengatakan jika eceng gondok ini ialah salah satunya tanaman yang memiliki manfaat begitu bagus untuk menyerap partikel air atau untuk menjernihkan air,” katanya
Penentuan kali penghubung, Sunter ini menjadi eksperimen sebab karakteristiknya dimaksud sama juga dengan Kali Sentiong.

Baca juga : Usai Temani Jokowi Bagi Sertifikat, Anies Baswedan Naik Transjakarta ke Cililitan

Lantas ikut, kali penghubung mempunyai ukuran yang pendek hingga tidak menghabiskan waktu lama dalam proses eksperimen serta bisa selekasnya tahu akhirnya.

“Iya sama, tidak ada perbedaannya dengan Kali Sentiong. Ini kan panjangnya hanya 700 mtr.. Kita coba dahulu kita di kali yang pendek ini hingga lebih efisien akhirnya,” papar Lambas.

Di kali penghubung ini petugas UPK Tubuh Air menanam eceng gondok di kolom memiliki ukuran panjang 50 mtr. yang telah dibatasi dengan pelampung oranye.

Ada dua kolom untuk eksperimen dengan dikasih jarak 300 mtr.. Lalu bibit eceng gondok diambil dari Kali Penjaringan serta Cilincing dengan ukuran seputar 20 cm. Sesudah itu sampel air akan diambil dengan periodik tiap-tiap 3 bulan sekali.

“Nah kelak dengan periodik akan kita meminta ditest lab bagaimana perubahan air ini nanti. Kita harap saat tiga bulan sekali itu akan diujikan. Kelak dapat kita lihat ketidaksamaan sampel yang sebelum dengan sesudah penanaman eceng gondok,” papar Lambas.

Awal mulanya saran ini muncul dari pengalaman di waduk Pegangsaan Dua. Eceng gondok membawa pergantian pada warna air.

“Jadi nyatanya akar eceng gondok ini begitu kuat mengusung partikel (polutan) itu. Itu bukti kita lihat. Nah, mungkin jika ini kita memelihara disana (Kali Sentiong), dapat seperti berikut, ia nyerap. Kan Kali Sentiong populer item, ya,” jelas Lambas saat dihubungi, Kamis (29/11/18)

Berita Lainnya

Related Posts