Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Nilai Santunan untuk Ahli Waris Korban Pesawat Lion Air Jatuh

Nilai Santunan untuk Ahli Waris Korban Pesawat Lion Air Jatuh

Nilai Santunan untuk Ahli Waris Korban Pesawat Lion Air Jatuh – Jakarta Sekitar 189 orang jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang pada Senin, 29 Oktober 2018. Penumpang itu terbagi dalam 124 lelaki, 54 wanita, satu anak-anak serta 2 bayi.

Berkaitan beberapa korban, pemerintah pastikan akan memberi santunan pada pakar waris. Santunan yang dikasihkan merujuk pada Ketentuan Menteri (PM) Perhubungan Nomer 77 Tahun 2011.

“Untuk masalah JT-610 ini, ini penerbangan domestik, jadi merujuk PM 77 Tahun 2011,” kata Direktur Angkutan Hawa Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni pada Liputan6.com, Rabu (31/10/2018).

Dalam PM 77 Tahun 2011 mengatakan bila nilai santunan buat korban wafat untuk transportasi pesawat hawa sebesar Rp 1,25 miliar.

Baca juga : Takut Naik Pesawat usai Kejadian Lion Air JT 610 Ini yang Bisa Dilakukan

Ini tidak cuma laku buat masyarakat negara Indonesia (WNI) tapi ikut masyarakat negara asing (WNA) yang didapati dua orang turut jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Sebetulnya, disebutkan Indonesia telah meratifikasi ketentuan penerbangan sesuai dengan Konvensi Montreal 1999 pada 2017. Dalam ketentuan ini, korban wafat mendapatkan nilai santunan lebih dari Rp 2 miliar.

Akan tetapi besaran santunan Rp 2 miliar cuma laku untuk penerbangan rute luar negeri, bukan domestik. Hingga santunan buat beberapa korban jatuhnya Lion Air JT-610 merujuk pada PM 77 Tahun 2011.

Maria memberikan, pembayaran santunan ini akan dikerjakan bila semua data komplet serta proses penelusuran korban dinyatakan selesai.

“Saat semua dokumen telah komplet. Terbagi dalam surat kematian serta surat info pakar waris. Sesudah ada dokumen-dokumen itu asuransi akan proses pembayaran,” imbuhnya.

Bukan sekedar itu, santunan pada beberapa korban akan dikasihkan oleh PT Layanan Raharja (Persero) yang mendapatkan mandat jamin tiap-tiap perjalanan moda transportasi umum.

Jika berdasar pada UU No 33 serta PMK No. 15 tahun 2017, buat korban wafat, Layanan Raharja siap menyerahkan hak santunan sebesar Rp 50 juta.

Kepala Humas Layanan Raharja, M. Iqbal Hasanuddin menjelaskan, sekarang ini pihaknya jadikan rincian manifest menjadi data awal untuk menelusuri beberapa pakar waris penumpang. Pihaknya ikut sudah membuat team untuk mencari rincian pakar waris semua korban.

Akan tetapi, sekarang ini belumlah dapat dikerjakan proses pembayaran sebab proses penelusuran korban belumlah selesai. “Kelak jika telah ada pengakuan itu, kita langsung bisa bayarkan dalam 1×24 jam,” tutup ia. (Yas)

Berita Lainnya

Related Posts