Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

KPK Benarkan Bupati Neneng Tersangka Kasus Meikarta Hamil 4 Bulan

KPK Benarkan Bupati Neneng Tersangka Kasus Meikarta Hamil 4 Bulan

KPK Benarkan Bupati Neneng Tersangka Kasus Meikarta Hamil 4 Bulan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membetulkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tengah hamil empat bulan. Perihal ini disebutkan Neneng sesudah dicheck oleh dokter KPK.

“Sesudah selang sehari saat ada kunjungan dokter, bertanya benarkah dalam keadaan hamil serta dijawab, ‘iya’. Jadi seputar tiga atau empat bulan,” kata jubir KPK Febri Diansyah waktu di konfirmasi, di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Kamis (18/10/3018).

Orang politik Golkar itu sekarang ini tengah ditahan KPK karena terlilit masalah pendapat suap perizinan project pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Walau ditahan, proses hukum pada Neneng tetap akan berjalan normal.

Baca juga : Jadwal Lengkap Piala AFC U-19 2018 Jalan Timnas Indonesia U-19 Menuju Piala Dunia

Febri ikut pastikan pihaknya akan memberi perawatan kesehatan pada Neneng, seperti penelusuran kehamilan teratur tiap-tiap bulan yang dikerjakan dokter spesialis kandungan. Menurutnya, penyelidikan masalah project Meikarta ini tidak terganggu, walau Neneng dalam keadaan hamil.

“Jika masih mengemukakan info dengan benar tentunya keadaan fisik atau psikis masih juga dalam keadaan yang baik. Tetapi jika memang benar ada masalah dengan kesehatan, silahkan dikatakan pada dokter,” katanya.

Disangka Terima Hadiah
KPK mengambil keputusan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin menjadi terduga masalah pendapat suap berkaitan izin project pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Tidak hanya Bupati Neneng, KPK ikut menangkap delapan orang yang lain dalam masalah ini.

Mereka ialah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; serta Kepala Bagian Tata Ruangan Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Lalu, Billy Sindoro, Direktur Operasional Lippo Grup, Taryudi serta Fitra Djajaja Purnama sebagai konsultan Lippo Grup, dan Henry Jasmen pegawai Lippo Grup.

Bupati Neneng serta beberapa pihak disangka terima hadiah atau janji Rp 13 miliar berkaitan project itu.

Berita Lainnya

Related Posts