Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Peringatan 16 tahun bom Bali diwarnai doa bersama di Monumen Groud Zero

Peringatan 16 tahun bom Bali diwarnai doa bersama di Monumen Groud Zero

Peringatan 16 tahun bom Bali diwarnai doa bersama di Monumen Groud Zero – Menteri Keuangan Australia Josh Fraydenberg bersama dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, hadir peringatan bom Bali pada tahun 2002 yang berada di Monumen Groud Zero Bali, Legian, Kuta, Bali, tempat tragedi bom pertama, Jumat (12/10).

Waktu mendatangi Monumen tragedi bom Bali, Menteri Keuangan Australia serta Duta Besar Inggris dengan hikmat memberi penghormatan serta lakukan doa bersamanya.

Di depan mass media, Menteri Keuangan Josh Fraydenberg mengemukakan, jika ini hari ialah hari yang begitu susah. Sebab 16 tahun waktu lalu ada satu tragedi bom buat bangsa Indonesia dan bangsa Australia.

“Tahun 2002 ada 202 korban tragedi bom itu. Ada 88 korban dari Australia serta 33 dari Inggris serta 38 dari Indonesia sebagai korban di sini, serta beberapa korban yang lain dari negara lainnya,” katanya.

Baca juga ; Tanpa Ronaldo Portugal Menang Susah Payah atas Polandia

“Saya ada di sini untuk kembali kenang apakah yang sempat berlangsung, dalam peristiwa ironis 16 tahun waktu lalu. Sekarang ini, Indonesia serta Australia, ke-2 negara ialah rekan yang baik serta merajut keamanan serta mengawasi dari beberapa hal terorisme,” imbuhnya.

Menteri Josh ikut menuturkan, sekarang ini Indonesia serta Australia sudah bekerjasama untuk ambil SDM serta bekerja bersama dengan erat untuk menahan terorisme.

“Terdapat beberapa perihal dikerjakan dalam bekerjasama untuk keamanan Indonesia bersama dengan Australia Federal Police untuk share info untuk menahan ancaman bahaya serta terorisme,” katanya.

Sesaat, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan, jika kedatangan kedutaan Inggris di Monumen bom Bali, untuk berbela sungkawa atas tragedi 16 tahun yang lalu untuk semua korban di semua dunia, terutamanya penduduk Bali.

“Bali ialah tempat pariwisata untuk turis dan untuk liburan. Kami mengingat perihal ini begitu susah serta kami ikut merajut jalinan kembali dengan Indonesia lama, semenjak peristiwa 16 tahun waktu lalu,” katanya.

Malik ikut menuturkan, karenanya ada tragedi bom itu. Pihak Inggris dengan Indonesia serta Australia bangun kembali semua keamanan serta pertahanan untuk menahan terdapatnya terorisme.

“Kami ikut bekerjasama untuk sama-sama menolong skema keamanan di Indonesia serta mengawasi keamanan untuk menahan terorisme kembali,” paparnya.

Malik ikut mengutarakan, jika Inggris, Australia dan Amerika dengan spesifik untuk menolong menahan terdapatnya terorisme dengan membuat skema keamanan dengan membukan training center di Semarang, Jawa Tengah.

“Kami telah bekerja bersama dari Inggris, Australia serta Amerika untuk menolong skema keamanan menahan terorisme di Indonesia serta buka training center di Semarang yang menahan terdapatnya terorisme serta menghadapi bahaya lainnya yang meneror buat bangsa. Seperti dalam cyber crime dan terorisme,” tutupnya.

Berita Lainnya

Related Posts