Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Korban Gempa Palu Antre 24 Jam di SPBU Demi BBM

Korban Gempa Palu Antre 24 Jam di SPBU Demi BBM

Korban Gempa Palu Antre 24 Jam di SPBU Demi BBM – Korban gempa bumi di Kota Palu, Donggala, serta Sigi, Sulawesi Tengah, antre untuk memperoleh bahan bakar minyak (BBM) di beberapa SPBU. Bahkan juga, mereka ikhlas menanti sampai 24 jam untuk memperoleh BBM.

“Saya telah antre semenjak jam 10 pagi tempo hari (Senin, 1/10). Ini hari mau jam 11 siang kami belumlah terlayani juga,” kata Adip Ridwan, masyarakat Jalan Kedondong, Palu, Selasa (2/10/2018).

Adip serta keluarganya sekarang ini mengungsi ke Birobuli, Palu Selatan, sebab rumah keluarganya di Jalan Kedondong serta Palola rusak berat karena gempa hingga tidak wajar lagi ditempati.

Baca juga : Mourinho Komentari Isu Pemecatan Dirinya

Untuk penuhi keperluan kendaraan serta penerangan listrik, Adip harus terpaksa mengantre di SPBU Tanah Roboh. Karena, dari beberapa SPBU di Kota Palu cuma SPBU itu yang melayani penjualan dengan jumlahnya hanya terbatas.

Saat antrean, Adip serta beberapa ratus pengantre yang lain sangat terpaksa tidur dan makan di dekat SPBU. Alasannya, bila tinggalkan tempat diyakinkan akan mengawali lagi dari pertama antrean itu.

Antrean panjang berlangsung sebab supply BBM dari propinsi tetangga belumlah datang hingga service berhenti. “Tempo hari tuturnya minyak akan datang dari Gorontalo jam 21.00 WITA. Info beralih lagi ke jam 24.00. Tetapi sampai mendekati siang hari ini minyak belum datang,” tutur dia.

Hal sama juga dirasa Dirwan, masyarakat Kabonena. Dia bahkan juga ikuti antrean di SPBU telah lebih dari 24 jam.

“Jika tidak ada BBM, jadi kita tidak dapat makan, sebab mesti mengisap air untuk gunakan masak serta membersihkan. Serta itu memanfatkan bensin,” papar Dirwan.

Dia menyampaikan, masyarakat korban gempa ini begitu memerlukan BBM, terutamanya premium/pertalite untuk keperluan kendaraan serta penerangan. “Bahan bakar saat ini telah jadi bahan inti. Tidak ada BBM kita tidak dapat jalan mencari yang lainnya untuk keperluan di pengungsian,” paparnya.

Berita Lainnya

Related Posts