Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

BNPB Kesulitan Dapatkan Data Terkini Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

BNPB Kesulitan Dapatkan Data Terkini Korban Gempa dan Tsunami Sulteng

BNPB Kesulitan Dapatkan Data Terkini Korban Gempa dan Tsunami Sulteng – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaku kesulitan mendapatkan data paling baru korban bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal itu sebab jaringan komunikasi yang masih lumpuh di tempat yang diserang bencana.

“Daerah Donggala dan Palu kita tidaklah dapat data yang dalam. Listrik padam, komunikasi putus, menyebabkan data tidaklah terupdate baik,” tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Menurut dia, daerah Donggala dan Palu memang menjadi tempat rawan tinggi gempa bumi dan tsunami. Dalam sejarah, gempa mematikan diimbangi tsunami berjalan pada tahun 1927 dan 1958 karena jalan sesar Palu-Koro.

Baca juga : Jose Mourinho Pastikan Paul Pogba Tetap Bermain untuk Manchester United

“Berdasarkan pada pengalaman, jika satu daerah diguncang 6 mmi, biasanya rumah penduduk hancur, roboh. Di Donggala dan Palu lebih dari 6 mmi. 6 Sampai 8 mmi,” jelas Sutopo.

Sampai kini, korban wafat sebab gempa bumi di Palu tercatat ada 48 orang. Di pantai sebab tsunami juga diduga cukup banyak korban meninggal dunia yang tidaklah terdata.

“Memang tsunami menerjang Kota Palu dan Donggala dengan tinggi satu sampai tiga mtr.. Korban banyak karena masyarakat banyak melakukan aktivitas di pantai,” Sutopo menandaskan.

4 Daerah Terparah
Saat ini ada empat daerah yang terdampak begitu akut setelah gempa dan tsunami mengguncang Palu dan Donggala. Yakni Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong dan Mamuju Utara.

“Di empat daerah itu ide pendirian posko BSMI,” papar Ketua Umum Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Djazuli Ambar dalam informasi persnya.

Sekejap, BSMI regional Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampapua) memberangkatkan delapan orang tim rescue ke tempat terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat pada Sabtu (29/9/2018).

Djazuli menjelaskan, tim terdiri dari empat orang rescue, dua dokter, satu teknik dan dua relawan media serta data. Sekejap dari Jakarta, BSMI akan memberangkatkan satu orang dokter dan satu perawat dengan pertolongan logistik dan medis.

“Tim dari Jakarta akan pergi dengan TNI AU membawa logistik dan peralatan medis. Menurut informasi relawan BSMI Palu yang dibutuhkan sesegera tenaga medis yang cukup banyak dan pendirian rumah sakit lapangan,” papar Djazuli di Jakarta.

Berita Lainnya

Related Posts