Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Antara Donald Trump dan Rupiah Ini Kata Ekonom Senior UI

Antara Donald Trump dan Rupiah Ini Kata Ekonom Senior UI

Antara Donald Trump dan Rupiah Ini Kata Ekonom Senior UI – Keadaan rupiah yang tengah volatile acap dimaksud karena aspek luar negeri. Arti perang dagang serta krisis Turki sering muncul. Jika mengulas perekonomian global, tentu ada satu nama yang tidak bisa diacuhkan, yaitu Presiden Donald J Trump.

Benarkah Presiden Trump mempunyai terlibat dalam pelemahan rupiah? Tersebut keterangan Dekan Fakultas Ekonomi serta Usaha (FEB) Kampus Indonesia (UI) Ari Kuncoro, sekaligus juga Komisaris Utama (Komut) BNI.

“Sebetulnya efeknya tidak langsung. Menjadi karenanya ada prospek perang dagang pada China serta Amerika Serikat yang tuturnya akan memperluas pengenaan tarif pada beberapa barang China, bahkan juga tarifnya akan 100 %, itu kekhawatirannya ialah perekonomian dunia akan melambat,”

Beberapa investor juga ikut-ikutan cemas dengar pernyataan-pernyataan sekitar perang dagang. Dalam keadaan ini, investor lebih pilih dolar yang dinilai menjadi asset yang sangat aman.

Baca juga : 2 Pemain Barcelona Kecam Kartu Merah Lenglet

“Jadi yang berlangsung ialah perkembangan dari negara emerging market akan melambat. Nah, jika melambat, mereka (investor) cemas rate of return mereka akan turun, jadinya ya telah mereka pulling out saja dahulu,” lanjutnya.

Walau keadaan Indonesia tambah lebih baik daripada Turki, beberapa investor tengah waswas serta menduga keadaan Indonesia dapat seperti Turki (contagion effect, dampak menyebar). Ari menyebutkan pandangan itu ialah bentuk generalisasi semata-mata.

Ari menyatakan, keadaan Indonesia tambah lebih baik daripada Turki, Brasil, Argentina, serta Afrika Selatan, yang tengah alami guncangan ekonomi. Sayangnya, jika kelompok investor telah menarik modal karena sentimen negatif, investor lainnya akan ikutan.

“Menjadi dia (investor) turut saja, orang antre kesana, dia turut antre kesana. Menjadi ini ketidakpastian yang sebetulnya jam rata,” jelas Ari.

Di samping perang dagang, jalinan panas pada AS serta Turki ikut memberi seperti dampak domino pada perekonomian global. Masalahnya beberapa negara Eropa banyak memberikan utang ke Turki. Permasalahan yang awalannya pada AS serta Turki juga jadi global.

“Dia (Turki) banyak pinjam ke negara Eropa. Yang memunculkan juga masalah ketidakpastian di beberapa negara Eropa,” papar Ari.

Walau demikian, Ari memberikan keadaan neraca berjalan Indonesia yang defisit juga ikut memberikan efek. Namun, ia menuturkan hal tersebut ialah wajar, akan tetapi lalu muncul desas-desus penambahan yang memberikan ketidakpastian.

“Ditambah lagi di Indonesia situasinya itu ialah kita itu defisit neraca berjalan, serta tempo hari itu defisit neraca berjalannya berlangsung pelonjakan. Sebetulnya itu begitu wajar, tetapi sebab ada desas-desus penambahan dari Amerika ini, seperti Presiden Trump,” tuturnya.

Ari optimis jika defisit neraca berjalan dapat kembali seperti sebelum April, serta keadaan politik di seputar Trump bisa mereda.

“Kita tidak tahu bagaimana Presiden Trump dengan politik. Menjadi besar sekali kemungkinannya, kesetimbangan akan kembali seperti sebelum April,” tuturnya.

Selanjutnya, ia mengharap tidak ada beberapa pihak yang sebarkan hoax tentang rupiah. Masalahnya melakukan perbuatan demikian cuma meningkatkan ketidakpastian serta memberikan efek negatif pada kebanyakan orang.

“Menjadi, pekerjaan kita sebenarnya menuturkan pada mereka jika kita beda. Ini ialah peranan dari pesan-pesan yang positif jika kita beda,” tuturnya.

“Sebab kita cukup kok. Kita bukan yang terunggul, tetapi kita cukup. Message itu mesti dikatakan. Sehinga ketetapan investasi mereka (investor) yang didasarkan atas waswas, jadi ketetapan yang logis lagi,” katanya.

Berita Lainnya

Related Posts