Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Rupiah kembali menguat tinggalkan level Rp 14.900 an per USD

Rupiah kembali menguat tinggalkan level Rp 14.900 an per USD

Rupiah kembali menguat tinggalkan level Rp 14.900 an per USD – Nilai ganti Rupiah pada Dolar Amerika Serikat (USD) berjalan menguat di perdagangan ini hari, Kamis (20/9). Rupiah terdaftar sudah tinggalkan level Rp 14.900-an per USD, atau level pembukaan perdagangan tempo hari.

Mencuplik data Bloomberg, pagi hari ini Rupiah di buka di level Rp 14.845 per USD atau menguat di banding penutupan perdagangan tempo hari di Rp 14.875 per USD. Selesai pembukaan, Rupiah masih tetap berjalan menguat serta sekarang ini ada di Rp 14.841 per USD

Awal mulanya, Dekan Fakultas Ekonomi Kampus Indonesia Ari Kuncoro menyampaikan butuh bauran kebijakan dalam usaha menangani depresiasi rupiah. Kebijakan Bank Indonesia untuk meningkatkan suku bunga juga akan tidak cukuplah mujarab untuk menangani pelemahan nilai ganti.

baca juga : Tangis Cristiano Ronaldo dan Manchester City

“Menjadi jika disaksikan dari efektifnya jika semacam ini, perang dagang langkah melawannya cadangan devisa dahulu lalu tingkat bunga dipakai untuk meningkatkan harapan jika BI berada di pasar. Dua-duanya mesti digunakan,” katanya waktu didapati di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta.

“Jika tingkat bunga sendiri itu tidak efisien sebab gangguannya itu suatu yang lainnya, suatu tidak terkait dengan tingkat bunga. Jika di Amerika naik (suku bunga), dilawan dengan tingkat bunga, itu rivalnya persis ya. Ini masalah harapan yang berlangsung karena Presiden Trump akan lakukan perang dagang yang baru.

“Ini mesti diperlihatkan dengan rupiah kita masih tetap dapat bertahan. Ada kebijakan lainnya yang mensupport. Itu membuat. ‘Nanti dahulu. Kita (investor) ingin keluar dari Indonesia waktu kembali janganlah rupiah menguat. Jika demikian janganlah semua ditarik’. Menjadi coba mengatur harapan agar investor luar negeri masih konsentrasi jika Indonesia is the best.

Karenanya, Bank Indonesia (BI) butuh mengombinasikan taktik meningkatkan suku bunga dengan beberapa kebijakan, seperti pengelolaan cadangan devisa serta intervensi pasar. Gabungan kebijakan ini diinginkan bisa memberikan keyakinan aktor pasar jika perekonomian Indonesia masih tetap aman.

Berita Lainnya

Related Posts