Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Indonesia masuk daftar 8 negara dengan risiko krisis paling kecil

Indonesia masuk daftar 8 negara dengan risiko krisis paling kecil

Indonesia masuk daftar 8 negara dengan risiko krisis paling kecil – Hasil analisis ini menempatkan Indonesia dalam daftar delapan negara berkembang yang memiliki risiko paling kecil terpapar krisis moneter.

Analisis Nomura didasarkan pada model peringatan awal krisis yang dinamakan Damocles. Model ini digunakan untuk mengidentifikasi krisis nilai tukar di 30 negara berkembang. Model tersebut memeriksa sejumlah faktor, termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan impor.

Damocles memprediksi dua pertiga dari 54 krisis nilai tukar di negara berkembang sejak tahun 1996 hingga 12 bulan ke depan. Dari situ muncul skor, dimulai dari 0 sampai 200. Jika skor sebuah negara lebih dari 100, dalam waktu 12 bulan ke depan akan berisiko mengalami krisis nilai tukar.

Dikutip dari Bloomberg, Nomura menyebut tujuh negara yang memperoleh nilai lebih dari 100, yaitu Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Mesir, Turki dan Ukraina. Sri Lanka memperoleh nilai tertinggi 175, sehingga dianggap paling berisiko terpapar krisis.

Baca juga : Unik! Ada Anak Ayam Berkaki Empat di Bangli Bali

Sementara itu, ada delapan negara yang memiliki ketahanan (resilien) menghadapi kondisi krisis dan mendapatkan skor 0. Selain Indonesia, negara lain yang berisiko kecil terpapar krisis adalah Brasil, Bulgaria, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

Menurut Nomura, Indonesia dinilai cukup risilien. Dengan cadangan devisa USD 117 miliar dan rendahnya rasio utang terhadap PDB, Indonesia masih cukup kuat untuk menahan pelemahan nilai tukar.

Pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, A. Tony Prasetiantono mengatakan, hasil analisis ini l tak lepas dari kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi, dalam hal ini, tentu policy mix, yaitu kombinasi kebijakan moneter dan fiskal. Tetapi proyek infrastruktur tetap menjadi panglima. Semua pihak mengakui itu.

Berita Lainnya

Related Posts