Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Google Diam-diam Beli Data Kartu Kredit demi Pengiklan

Google Diam-diam Beli Data Kartu Kredit demi Pengiklan

Telah menjadi rahasia umum, bila arti ‘tidak ada makan siang gratis’ juga laku di perusahaan tehnologi yang menyiapkan service gratis. Pada masalah Facebook awal tahun lantas contohnya.

Walau mengijinkan penguna terhubung media sosial itu dengan gratis, imbalannya ialah data pemakai yang digunakan untuk memudahkan akses pengiklan untuk sampai customer yang pas.

Raksasa mesin penelusuran Google, kenyataannya tidak ingin tertinggal. Dengan dalih efektivitas tujuan iklan, Google bekerja bersama dengan provider kartu credit asal Amerika, Mastercard.

Bentuk kerja sama itu ialah pembelian data transaksi kartu credit dari Mastercard oleh Google yang diprediksikan sampai juta-an dollar AS.

Laporan Bloomberg serta Gizmodo menyebutkan, proses negosiasi ke-2 pihak sebetulnya sudah berjalan saat empat tahun.

Data dari Mastercard itu dipakai Google untuk buka akses beberapa pengiklan dipilih dengan alat yang mereka ucap “store sales measurement” yang diam-diam di luncurkan Google lewat website resminya tahun kemarin.

Akan tetapi dalam pengumumannya, Google tidak menyebutkan akan menyertakan data dari Mastercard. Alat itu dapat mencari bagaimana iklan online dapat merayu targetnya untuk lakukan transaksi didunia riil.

Baca Juga : Ini Penyebab Melemahnya Rupiah dan Mata Uang Negara Berkembang, Indonesia Kena Dampak Paling Parah

Data itu akan makin membuat produk iklan Google lebih menarik buat beberapa pengiklan. Karena, bila umumnya transaksi jual beli cuma dapat disaksikan oleh customer, bank, serta toko, karena itu sesudah kesepakatan ini, Google dapat lebih menghubungkan calon konsumen ke penjual yang menempatkan iklan di Google dengan lebih spesifik lagi.

Walau alat itu telah buka jalan beberapa pengiklan semenjak tahun lantas, publik, terpenting yang memakai Mastercard, tidak dikasihkan info atas kerja sama juga dengan Google itu.

Walau demikian, Google mengakui bila data transaksi kartu credit yang digunakan alat iklan baru itu dilindungi enkripsi serta berbentuk anonim.

Akan tetapi data anonim nampaknya tidaklah terlalu bermakna bila si pemilik ialah Google, dimana mesin iklannya dapat mencari info spesifik pemakainya dari beberapa service seperti e-mail, kisah penelusuran, serta sekarang termasuk juga rutinitas transaksi berbelanja.

Google juga memberi klarifikasi dengan diplomatis jika data pemakai dipakai untuk memberi info pada pengiklan untuk efektivitas periklanan mereka, bukan dipakai untuk membidik iklan.

Facebook serta Amazon

Kenyataannya bukan sekedar Google. Dikumpulkan KompasTekno dari laporan Gizmodo, Kamis (6/9/2018), beberapa korporat Silicon Valley juga lakukan hal sama. Facebook, terindikasi tengah mendekati pihak bank untuk memperoleh akses data finansial pemakainya.

Wall Street Journal memberikan laporan, Facebook ingin memperoleh info spesifik mengenai saldo keuangan serta transaksi invidual nasabah. Facebook dimaksud ingin membuat chatbots di Messenger untuk memudahkan pemakai mengecheck saldo tabungan serta pertanyaan sekitar perbankan lainnya.

Perwakilan Facebook menolak berita itu. Akan tetapi mereka tidak menyanggah lakukan komunikasi dengan pihak bank untuk memohon info keuangan pemakainya, walau menghindar bila maksudnya ialah untuk iklan.

Tidak hanya Facebook, e-commerce raksasa dunia, Amazon juga disangka mendekati pihak bank untuk memohon info yang sama. Amazon di ketahui tengah mendekati beberapa perusahaan bank besar, seperti JP Morgan Chase untuk bikin produk sama dengan Facebook, yaitu mempermudah pemakai mengecheck saldo bank

Berita Lainnya

Related Posts