Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Semalam, Amazon sempat mencicipi nilai pasar US$ 1 triliun

Semalam, Amazon sempat mencicipi nilai pasar US$ 1 triliun

Amazon.com Inc di hari Selasa (4/9) sudah sempat sesaat masuk dengan Apple Inc jadi perusahaan publik dengan nilai kapitalisasi pasar US$ 1 triliun yang ke-2.

Harga saham Amazon melonjak sampai lebih dari 2x lipat dalam setahun karena berkembang cepat dalam ritel serta komputasi awan (cloud computing).

Tadi malam di bursa saham New York, Amazon sudah sempat diperjualbelikan setinggi US$ 2,050.50 sebelum menyusut dikit mendekati penutupan bursa di US$ 2,039.51, atau naik 1,3%.

Bila saham pengecer online ini dapat menjaga akselerasi harga belakangan ini, tinggal permasalahan kapan saham Amazon sampai level sama dengan pembuat iPhone Apple yang sampai US$ 1 triliun pada 2 Agustus kemarin.

Apple memerlukan waktu hampir 38 tahun menjadi perusahaan publik untuk sampai tonggak triliun dolar, sesaat Amazon dapat datang disana “cuma” dalam kurun 21 tahun.

Amazon sudah membuat investor berkesan oleh diversifikasi mereka di hampir tiap-tiap pojok industri ritel yang dapat merubah langkah customer beli produk.

“Banyak cerita mengenai Amazon serta mereka selalu tingkatkan dominasi di segmen dunia ritel dan layanan usaha situs,” kata Peter Tuz, Presiden Chase Penasihat Investasi di Charlottesville, Virginia. “Mereka miliki saham-saham dalam bagian kecil di pasar ritel di semua dunia, menjadi terdapat beberapa yang mereka dapatkan disana.”

Amazon juga menyiapkan service streaming video serta beli supermarket kelas atas Whole Foods. Usaha cloud computing-nya untuk pasar korporasi juga sudah jadi penggerak keuntungan utama.

Baca Juga : Apple Tak Sendiri, Amazon Kini Juga Jadi Perusahaan 1 Triliun Dolar

“Amazon dikit lebih dinamis dari Apple karena iPhone jadi lebih masak. Usaha cloud Amazon ialah satu penggerak perkembangan tambahan yang tidak dipunyai Apple,” kata Daniel Morgan, manajer portofolio di Synovus Trust di Atlanta yang memvisualisasikan service cloud Amazon menjadi “permata mahkota” -nya.

Pada kuartal ke-2, unit itu menyumbang 55% penghasilan operasional Amazon serta 20% dari keseluruhan penghasilan, menurut Morgan.

Apple mulai berdagang pada Desember 1980 tapi sahamnya tidak betul-betul terbang saat 25 tahun lalu. Saham Amazon -didirikan menjadi pengecer buku online di garasi Chief Eksekutif Jeff Bezos pada tahun 1994- mulai diperjualbelikan di bursa pada 15 Mei 1997 seharga US$ 1,50.

Pada bulan Oktober 2009, sahamnya sudah bertambah jadi US$ 100 serta sampai harga US$ 1.000 untuk pertama-tama pada 30 Mei 2017. Serta, lalu, Amazon bertahan diatas level itu semenjak 27 Oktober 2017.

Dalam kurun 10 bulan selanjutnya, pada 30 Agustus 2018, saham Amazon sampai US$ 2.000 untuk kali pertamanya, cuma berjarak US$ 50 per saham dari kapitalisasi pasar US$ 1 triliun.

Saham ini naik 74,5% dalam satu tahun paling akhir. Banding dengan Apple bertambah seputar 35% % pada 2018.

Analis memprediksi penghasilan Apple melonjak 14,9% tahun fiskal yang selesai pada bulan September, menurut Thomson Reuters. Akan tetapi, kenaikan yang besar serta kuat itu masih tetap jauh bila dibanding dengan perkiraan perkembangan Amazon sebesar 32% untuk 2018.

Berita Lainnya

Related Posts