Chat with us, powered by LiveChat
pokerace99

Kurs Rupiah Semakin Terpuruk, Berbagai Tokoh Angkat Bicara

Kurs Rupiah Semakin Terpuruk, Berbagai Tokoh Angkat Bicara

Beberapa tokoh memberi respon berkaitan melemahnya nilai ganti rupiah pada dolar AS.

Mereka salah satunya, Fahri Hamzah, Fadli Zon, Ferdinand Hutahaean sampai Suryo Prabowo.

Dikutip TribunWow.com, hal tersebut terlihat dari situs Twitter beberapa tokoh itu yang diupload pada Selasa (4/9/2018).

Di ketahui, nilai ganti rupiah sudah tembus angka Rp 15.029 per dolar AS, Selasa malam.

Tersebut pengakuan beberapa tokoh atas perihal itu.

1. Fahri Hamzah

“Ayah presiden yth,

Apa ayah lihat apakah yang saya lihat? Terpenting saat ini sesudah kurs rupiah pada dolar mulai menyentuh angka beresiko. Apa ayah tidak terasa seperti membangun benang basah? Apa ayah siap bila krisis hadir lagi?

#KursKepastian,” catat Fahri Hamzah lewat account Twitter-nya, @Fahrihamzah.

2. Fadli Zon


“Pemerintah @jokowi tidak berhasil mengawasi rupiah dr depresiasi,” catat Fadli Zon lewat account Twitter-nya, @fadlizon.

3. Ferdinand Hutahaean

“Grafik ini tunjukkan tidak ada penurunan. Berarti jika intervensi sdh tidak dapat meredam laju Dolar. Atau kah mungkin benar-benar tidak ada intervensi dr BI?

Selamat untuk pak Jokowi atas prestasi ini. Ayah menyamakan Soeharto, SBY dahulu tidak dapat membuat Dolar 15 rb,” catat Ferdinand lewat account Twitter, @LawanPoLitikJW.

“Beritanya, Dolar selalu naik. Apakah benar bu Menteri @KemenkeuRI ?

Pak @jokowi ayah kira2 akan membuat kebijakan apakah utk mendesak nilai tular ini? Sesaat The FED akan meningkatkan suku bunga.

Duhh.. Pemilihan presiden dapat gak menjadi nih..!!” sambung dia.

4. Suryo Prabowo

“berlangsung kehebohan akibat

nilai rupiah makin merosot

hingga tembus Rp 15.000/dolar

mudah-mudahan presiden serta menteri keuangan Indonesia yang sampai kini dipuja-puji asing, bisa menangani penurunan ekonomi kita karena rendahnya nilai mata uang rupiah,” catat Suryo Prabowo lewat account Twitter-nya, @marierteman.

suryo-prabowo

Dikabarkan awal mulanya, nilai ganti Rupiah pada dolar AS sudah tembus angka Rp 15.029, pada Selasa (4/9/2018) malam.

Seperti diambil TribunWow.com dari situs Kursdollar.net, sampai jam 19.20 WIB, nilai ganti rupiah sekarang sampai Rp 15.029 per dolar AS.

Awal mulanya, pada penutupan perdagangan tempo hari, Senin (3/9/2018), menurut Bloomberg, Rupiah melemah ke tempat Rp 14.815 per Dolar AS.

nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar

Bloomberg mengestimasi, ini hari kurs rupiah akan berjalan pada rata-rata Rp 14.780 sampai Rp 14.845 per Dolar AS.

Tempat kurs rupiah, berdasar pada data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) hari ini dapat melemah ke tempat Rp 14.840 per Dolar AS dari tempat tempo hari Rp 14.767 per Dolar AS.

Baca Juga : Ini Penyebab Melemahnya Rupiah dan Mata Uang Negara Berkembang, Indonesia Kena Dampak Paling Parah

Diambil dari Kontan.co.id, rupiah awal mulanya menguat tipis pada jam 10.05 WIB, yaitu 0,24% ke level Rp 14.780 per Dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra menyampaikan, penguatan rupiah kesempatan ini berjalan dengan tidak diduga.

Karena, seputar jam 09.00 WIB, rupiah masih tetap ada di level Rp 14.845 per Dolar AS.

Dugaannya, penguatan rupiah kesempatan ini didorong oleh aspek teknikal.

Hal seperti ini mengingat rupiah telah ada di ruang jemu beli.

Di lain sisi, indeks dolar belumlah alami gerakan yang berarti di hari ini.

Indeks dolar menguat 0,13% ke level 95,26.

“Selain itu, ada peluang rupiah menguat karena intervensi yang dikerjakan oleh BI,” lebih dia.

Walau demikian, rupiah masih tetap rawan terkena sentimen eksternal

Launching data PMI China di bulan Agustus yang turun jadi 50,6 punya potensi memengaruhi gerakan rupiah ini hari.

“Dari data itu ada kecemasan jika ekonomi China terancam melambat. Akhirnya, nilai export Indonesia ke China punya potensi menyusut,” katanya.

Namun, inflasi Indonesia di bulan Agustus yang masih tetap rendah atau di level 3,20% (yoy) bisa jadi sentimen positif buat rupiah pada hari ini.

Sekurang-kurangnya, data itu mencerminkan daya beli penduduk Indonesia masih terbangun di dalam trend pelemahan rupiah.

Menurut Putu, sampai penutupan kelak rupiah akan ada di rata-rata Rp 14.750—Rp 14.845 per dolar AS. (TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)

Berita Lainnya

Related Posts